
Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Vietnam harus menjalani operasi pengangkatan tumor ovarium dengan bobot mencapai hampir 15 kilogram. Kasus langka ini menjadi peringatan bagi para orang tua dan remaja untuk tidak mengabaikan gejala-gejala yang tampak tidak lazim pada tubuh.
Menurut laporan dari media Vietnam, pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan perut yang membesar secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Awalnya, keluarga mengira hal tersebut hanya akibat pola makan atau penumpukan lemak biasa. Namun, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan adanya massa besar di indung telur (ovarium) yang ternyata adalah tumor.
Tim medis segera melakukan tindakan operasi untuk mengangkat tumor tersebut. Prosedur berjalan lancar dan pasien kini dalam masa pemulihan. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang menangani kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini terhadap kelainan pada organ reproduksi wanita.
“Gejala seperti perut membuncit, nyeri panggul, perubahan siklus haid, atau rasa penuh meski baru makan sedikit, jangan pernah dianggap sepele,” ujar dokter. Ia menambahkan bahwa tumor ovarium bisa tumbuh tanpa disertai rasa sakit yang berarti, sehingga sering kali terlambat terdeteksi.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa meskipun sebagian besar tumor ovarium bersifat jinak, terutama pada usia muda, tetap diperlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi serius seperti gangguan kesuburan atau bahkan risiko keganasan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan fisik yang tidak wajar dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa serta menjaga kualitas hidup pasien.