
Sebuah kisah perjuangan yang mengharukan datang dari Pangandaran, Jawa Barat. Seorang penyintas tumor ganas terpaksa menjual dua unit sepeda motor dan sebidang kebun miliknya untuk menutupi biaya pengobatan yang terus membengkak. Kini, di tengah keterbatasan ekonomi, ia berjuang keras untuk bertahan hidup dengan membuat lidi.
Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, penderita tumor ganas ini telah menjalani serangkaian perawatan medis yang memakan biaya tidak sedikit. Demi kesembuhannya, tak ada pilihan lain selain melepas aset berharga yang dimiliki, yaitu dua motor dan sepetak kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.
Meski kondisi keuangan semakin sulit, semangat untuk hidup tetap berkobar. Kini, ia mengisi hari-harinya dengan membuat lidi, sebuah pekerjaan sederhana yang dijalani dengan penuh ketekunan. Hasil dari menjual lidi digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan melanjutkan pengobatan yang masih diperlukan.
Kisah ini menjadi pengingat akan besarnya beban yang harus ditanggung oleh para penderita penyakit kritis di Indonesia. Tak jarang, mereka harus mengorbankan harta benda demi mendapatkan akses pengobatan yang layak. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, sangat diharapkan agar penderita seperti di Pangandaran ini bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik tanpa harus kehilangan segalanya.
Semoga perjuangan penyintas tumor ganas ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit berat.
